Project Documentation: Hep-C Treatment in 6 Correctional Facilities. #Refresher Training


Dalam upaya mengurangi resiko penularan Hepatitis C di Lapas/Rutan, akan dilaksanakan Kegiatan Percontohan Tes dan Pengobatan Hepatitis C bagi 17.000 Tahanan dan Narapidana di Wilayah DKI Jakarta. Untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan tersebut, Tenaga Kesehatan di Lapas/Rutan harus memahami langkah-langkah dan tahapan-tahapan Teknis serta Pelaksanaan Tes yang baik dan benar, sehingga diperlukan adanya pelatihan atau refresher training bagi Tenaga Kesehatan dari setiap UPT yang akan melaksanakan Tes dan Pengobatan tersebut.

Pelaksanaan refresher training ini diadakan pada Selasa-Rabu, 25-26 Juni 2019 di El Royale Hotel Kelapa Gading, Jl. Bukit Gading Raya Kav 1, Kelapa Gading-Jakarta Utara yang kemudian disambung dengan acara Peluncuran Program Percontohan Tes dan Pengobatan Hepatitis C di berbagai Lapas Jakarta yang diadakan pada tanggal 27 Juni 2019

Peserta dan Fasilitator kegiatan Refresh Training Tes dan Pengobatan Hepatitis C berjumlah 30 orang, dengan rincian sebagai berikut:

  1. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan : 4 orang
  2. RSU Pengayoman Cipinang : 6 orang
  3. Lapas Kelas I Cipinang : 2 orang
  4. Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta : 2 orang
  5. Lapas Kelas IIA Salemba : 2 orang
  6. Lapas Perempuan Kelas IIA Jakarta : 2 orang
  7. Rutan Kelas I Cipinang : 2 orang
  8. Rutan Kelas I Jakarta Pusat : 2 orang
  9. Rutan Perempuan Kelas IIA Jakarta Timur : 2 orang
  10. Yayasan Koalisi Satu Hati : 4 orang
  11. Clinton Health Access Initiative (CHAI) : 2 orang

Kegiatan dibuka oleh Kasi Perawatan Pencegahan Penyakit Menular (dr.Hetty Widiastuti) terkait Agenda yang akan disampaikan selama refresher training (2 hari) ini dan menyatakan bahwa Kegiatan ini merupakan Diskusi Terbuka.

Selanjutnya 2 orang Perwakilan dari Koalisi satu Hati sebagai Inisiator Kegiatan pelaksanaan Tes dan Pengobatan ini didorong untuk memperkenalkan diri.

Setelah Acara dimulai ada beberapa pertanyaan yang diajukan oleh beberapa peserta, antara lain terkait pembiayaan pembuangan limbah medis (alat bekas suntik), transport untuk mengantarkan sample darah, dll. Untuk menjawab hal tersebut dr.Hetty menyampaikan ke peserta bahwa pertanyaan-pertanyaan tersebut nanti akan dibahas pada saat pembahasan Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis.

Selanjutnya Pemaparan materi tentang petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis tes dan pengobatan Hepatitis C yang disampaikan dan dibuat oleh dr. ‘Alima S. Sadrina, Sp.PD (RSU Pengayoman). Disela Pemaparan ada diskusi dan tanya jawab yang dipandu oleh dr.Hetty, mengenai Materi yang disampaikan antara lain terkait langkah-langkah dan teknis pelaksanaan Tes Hepatitis C di Lapas/Rutan dan di RS Pengayoman. Adapun beberapa tanggapan dan masukan antara lain:

  • Pertanyaan terkait biaya Viral Load (VL), pemeriksaan laboratorium., Transport pengantaran sampel Tes, dll, disampaikan bahwa menjadi tanggungjawab dari Koalisi Satu Hati.
  • Pertanyaan terkait kecukupan waktu Tim Ahli Klinis (TAK) untuk mengunjungi pasien di Lapas/Rutan mengingat kemungkinan jumlah pasien yang banyak. TAK menyampaikan waktu yang ditentukan cukup untuk Pelaksanaan Tes, selama semua Tim dari masing-masing UPT saling berkordinasi sesuai dengan Tata laksana yang ada terutama dalam penyiapan Pasien/Warga Binaan di Lapas/Rutan terkait.
  • Terkait jumlah Tahanan/Narapidana yang akan dites setiap harinya, Diserahkan sepenuhnya ke setiap Tim Pelaksana dimasing-masing UPT dikarenakan Jumlah Warga Binaan yang tak sama..
  • Sampai saat ini, hanya Rutan Cipinang yang memiliki centrifuge sedangkan Lapas/Rutan yang lain belum memilikinya, meskipun sudah meminta bantuan pinjaman dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Ada rencana, apabila dana yang tersedia memungkinkan, bisa dibelikan centrifuge oleh Koalisi Satu Hati. Namun, sambil menunggu kepastian tes dapat dilakukan dengan cara lama, yaitu dengan mendiamkan sample darah selama 20 menit.

Acara dilanjutkan setelah istirahat dengan paparan tentang petunjuk teknis. Beberapa tanggapan dan masukan terkait petunjuk teknis antara lain:

  • Penyuluhan dilakukan oleh petugas Lapas/Rutan dengan menyesuaikan kondisi di tiap-tiap UPT.
  • Diperlukannya Kader Kesehatan dalam membantu memberikan Penyuluhan, dikarenakan kader kesehatan yang akan memberikan informasi kepada Tahanan/Narapidana. Kader kesehatan direncanakan akan dilatih oleh Tenaga Kesehatan dimasing-msing UPT.
  • Penyuluhan bisa dilaksanakan 1 hari dengan meggunakan KIE (leaflet atau lembar balik)
  • Terkait Training bagi Kader Kesehatan ditentukan oleh Tim dari masing-masing UPT, oleh karena itu diharapkan ada Reward bagi Kader Kesehatan yaitu berupa Konsumsi atau Suvenir.
  • Untuk kebutuhan Konsumsi bagi para Warga Binaan dan Bahan habis pakai (BHP) akan diberikan bertahap, disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi dilapangan saat Pelaksanaan Tes.

Jumlah kader kesehatan yang diharapkan tersedia di Lapas/Rutan:

  • LP Cipinang : 15 orang
  • LP Narkotika Jakarta : 25 orang
  • LP Salemba : 15 orang
  • LP Perempuan Jakarta : 10 orang
  • Rutan Cipinang : 30 orang
  • Rutan Jakarta Pusat : 20 orang
  • Rutan Jakarta Timur : 10 orang

Hari kedua kegiatan adalah Simulasi pelaksanaan Tes Hepatitis C sesuai dengan Juklak dan Juknis.

Simulasi dimulai saat Warga Binaan dipanggil oleh Kader kesehatan,untuk diberikan penjelasan, Informasi dan penyuluhan tentang Hepatitis, setelah mendapatkan Penjelasan mengenai Hepatitis, Warga Binaan mengisi Informed Consent yang isinya berupa kesepakatan untuk mengikuti Tes.

Selanjutnya dilakukan pengambilan darah dan pemeriksaan sample darah oleh petugas kesehatan, sambil dilakukan Pencatatan sesuai dengan Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis.

Kemudian dilakukan simulasi tata cara penyimpanan sample darah kedalam cool box, dan pengiriman sample darah ke RS Pengayoman.

Untuk Pencatatan dikirimkan melalui email ke RS Pengayoman dan disimpan di Google Drive, setelah sebelumnya ada usulan untuk disimpan di dropbox.

Setelah Simulasi, kegiatan dilanjutkan dengan materi pencatatan dan pelaporan SIHEPI yang disampaikan oleh dr.Robert (CHAI)